KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari terus membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian dengan menjalin kerjasama strategis bersama industri dan perusahaan terkemuka. Langkah signifikan ini dimulai dari Unit Perpustakaan Kendari yang berperan sebagai pusat informasi dan pengetahuan, menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan program edukasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja modern.
Kerjasama akademik-industri yang baru dikukuhkan pada tanggal 8 April 2026 ini mencakup berbagai aspek pengembangan sumber daya manusia, digitalisasi perpustakaan, serta pelatihan keterampilan teknis bagi mahasiswa dan masyarakat luas. Inisiatif tersebut melibatkan beberapa mitra korporat terpilih yang memiliki visi sejalan dengan misi pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari.
### Latar Belakang Kolaborasi Strategis
Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, Universitas Muhammadiyah Kendari menyadari pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan industri yang dinamis. Unit Perpustakaan Kendari, sebagai jantung akademik kampus, menjadi fokus utama dalam mengimplementasikan strategi kolaborasi ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, perpustakaan kampus telah mengalami transformasi signifikan. Dari fasilitas tradisional yang hanya menyediakan koleksi buku fisik, unit ini kini berkembang menjadi pusat pembelajaran digital yang mengintegrasikan teknologi informasi terkini. Namun, untuk memaksimalkan potensi tersebut, manajemen kampus menyadari perlunya dukungan dari sektor industri yang memiliki expertise dan resources yang memadai.
“Kami memahami bahwa mahasiswa kami tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan praktis yang siap pakai di industri,” ungkap Prof. Dr. H. Muhammad Arsyad, SE., M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pernyataan resmi yang diterima oleh media massa pada Senin sore kemarin.
Pandangan rektor ini sejalan dengan tantangan yang dihadapi oleh banyak institusi pendidikan di Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi masih mencapai angka yang relatif tinggi, terutama karena ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Dengan kolaborasi ini, Universitas Muhammadiyah Kendari berharap dapat memperkecil kesenjangan tersebut.
### Spektrum Kerjasama dan Program Unggulan
Kerjasama yang diumumkan resmi pada pertemuan Senat Akademik yang dihadiri oleh para stakeholder eksternal mencakup lima area utama penyelenggaraan program kolaboratif. Pertama, digitalisasi dan modernisasi infrastruktur perpustakaan dengan dukungan teknologi cloud computing dan sistem manajemen database terpadu. Kedua, pengembangan koleksi digital resources termasuk e-books, jurnal elektronik, dan database penelitian internasional yang sebelumnya sulit diakses oleh civitas akademika kampus.
Ketiga, program magang terstruktur bagi mahasiswa di berbagai departemen perusahaan mitra, dengan fokus pada pemberian pengalaman praktis yang sesuai dengan kurikulum akademik. Keempat, pengadaan workshop dan seminar series yang menghadirkan praktisi industri sebagai pembicara, sehingga mahasiswa dapat belajar langsung dari pengalaman profesional di dunia kerja. Kelima, penelitian bersama dan pengembangan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh industri.
Sebagai pilot project, Unit Perpustakaan Kendari telah ditunjuk sebagai pusat pengembangan digital literacy bagi mahasiswa dan komunitas lokal. Program ini melibatkan tiga perusahaan mitra utama, yakni PT. Sulawesi Digital Solutions, PT. Kendari Innovation Hub, dan PT. Energi Bersama Indonesia, yang merupakan perusahaan-perusahaan ternama dalam industri teknologi informasi, startup technology, dan energi terbarukan.
“Perpustakaan bukanlah hanya tempat penyimpanan buku, melainkan pusat ekosistem pembelajaran yang menghubungkan akademisi dengan praktik industri,” jelas Dra. Hj. Siti Nurhaliza, M.Si., Kepala Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif dengan tim redaksi pada Rabu, 9 April 2026.
Nurhaliza menambahkan bahwa perpustakaan kampus telah mempersiapkan ruang khusus bernama “Innovation Corner” yang akan difungsikan sebagai tempat interaksi antara mahasiswa, dosen, dan profesional dari industri mitra. Fasilitas ini dilengkapi dengan perangkat teknologi terkini, workspace yang nyaman, serta akses ke database penelitian global.
### Peran PT. Sulawesi Digital Solutions dalam Program Kemitraan
Sebagai mitra utama dalam aspek digitalisasi, PT. Sulawesi Digital Solutions berkomitmen menyediakan infrastruktur teknologi dan pelatihan teknis kepada tim manajemen perpustakaan serta mahasiswa. Perusahaan ini, yang telah berdiri sejak 2015 dan memiliki kantor cabang di berbagai kota besar di Indonesia, memiliki track record yang solid dalam implementasi solusi digital untuk sektor pendidikan.
Sigit Wibowo, Chief Executive Officer PT. Sulawesi Digital Solutions, mengungkapkan antusiasme perusahaannya terhadap kolaborasi ini. “Kami melihat potensi luar biasa dari Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi yang progresif dan terbuka terhadap inovasi. Melalui kemitraan ini, kami tidak hanya berkontribusi pada pengembangan pendidikan di kawasan Sulawesi Tenggara, tetapi juga membangun talent pipeline untuk kebutuhan industri teknologi kami ke depannya,” papar Wibowo dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Utama Kampus Muhammadiyah Kendari.
Lebih lanjut, Wibowo menjelaskan bahwa perusahaannya akan menyediakan lisensi software dan platform e-learning premium dengan harga khusus untuk keperluan pengembangan perpustakaan digital. Selain itu, PT. Sulawesi Digital Solutions juga akan mengirimkan tim technical support yang siap membantu implementasi sistem baru selama tahap transisi.
### Kontribusi PT. Kendari Innovation Hub dan PT. Energi Bersama Indonesia
PT. Kendari Innovation Hub, yang fokus pada pengembangan startup dan inkubasi bisnis, akan berperan dalam menyelenggarakan program akselerator bisnis dan startup mentoring bagi mahasiswa yang tertarik mengembangkan ide bisnis mereka. Melalui program ini, mahasiswa dapat mengakses funding, mentoring, dan networking opportunities dari para entrepreneur berpengalaman.
Dr. Eka Prasetya, Founder dan Managing Director PT. Kendari Innovation Hub, menekankan pentingnya ekosistem startup yang sehat di kawasan Sulawesi Tenggara. “Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki banyak mahasiswa berbakat yang belum memiliki platform untuk mengekspresikan ide-ide inovatif mereka. Melalui kolaborasi ini, kami membuka akses kepada mahasiswa untuk menjadi bagian dari gerakan entrepreneurship yang sedang berkembang pesat di Indonesia,” ungkap Prasetya.
Sementara itu, PT. Energi Bersama Indonesia, sebuah perusahaan yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan, berkomitmen menyediakan program beasiswa dan magang bagi mahasiswa jurusan Teknik Elektro dan Teknik Lingkungan. Perusahaan ini juga akan menyelenggarakan series seminar tentang sustainable energy dan green technology yang menjadi isu strategis dalam pembangunan nasional.
Direktur Human Capital Development PT. Energi Bersama Indonesia, Ibu Lidia Kusuma, menyatakan bahwa investasi perusahaan dalam pendidikan adalah komitmen jangka panjang terhadap pembangunan berkelanjutan. “Kami percaya bahwa mahasiswa muda harus memiliki pemahaman mendalam tentang pentingnya energi bersih dan sustainable development goals. Melalui kemitraan dengan Universitas Muhammadiyah Kendari, kami berkontribusi dalam membentuk generasi profesional yang peduli terhadap masa depan planet kita,” tutur Kusuma dengan penuh keyakinan.
### Dampak dan Manfaat Jangka Pendek serta Jangka Panjang
Dampak dari kerjasama strategis ini diharapkan dapat dirasakan secara komprehensif oleh berbagai pihak. Bagi mahasiswa, program-program kolaboratif ini membuka akses terhadap pengalaman praktis yang berharga, networking dengan profesional industri, serta peluang magang dan bekerja di perusahaan-perusahaan ternama. Dengan demikian, tingkat employability lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari diproyeksikan dapat meningkat signifikan.
Untuk institusi kampus, kerjasama ini akan memperkuat positioning Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Peningkatan fasilitas perpustakaan juga akan meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang merupakan pilar penting dalam tridarma perguruan tinggi.
Bagi masyarakat lokal, program-program yang diselenggarakan melalui Unit Perpustakaan Kendari, seperti digital literacy workshops dan entrepreneurship seminars, dapat diakses secara terbuka. Hal ini sejalan dengan misi Universitas Muhammadiyah dalam memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan masyarakat sekitar.
Prof. Dr. H. Muhammad Arsyad menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang kampus untuk menjadi universitas kelas dunia yang bermakna. “Kami tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademis, tetapi juga lulusan yang memiliki karakter kuat, ethics bisnis yang baik, dan siap menjadi pemimpin di era digital. Kemitraan ini adalah salah satu strategi konkret kami untuk mewujudkan visi tersebut,” jelasnya.
### Tantangan dan Strategi Implementasi
Meskipun prospek kolaborasi ini sangat menjanjikan, tim manajemen kampus juga mengakui adanya tantangan dalam implementasinya. Salah satunya adalah perlunya peningkatan kompetensi sumber daya manusia, baik di tingkat dosen maupun karyawan administrasi, dalam menggunakan platform dan tools digital baru.
Untuk mengatasi hal ini, ketiga mitra industri telah menyetujui untuk menyelenggarakan comprehensive training programs bagi semua pihak yang terlibat. Selain itu, akan dibentuk task force khusus yang bertugas mengmonitor implementasi program dan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan semua target tercapai dengan optimal.
### Penutup
Kerjasama strategis antara Universitas Muhammadiyah Kendari dengan industri dan perusahaan mitra yang dikukuhkan pada tanggal 8 April 2026 ini merepresentasikan komitmen nyata dari institusi pendidikan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Unit Perpustakaan Kendari, sebagai pusat pembelajaran digital, menjadi manifestasi konkret dari visi kolaboratif tersebut.
Dengan dukungan penuh dari para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan komunitas lokal, diharapkan bahwa model kolaborasi ini dapat menjadi best practice bagi institusi pendidikan lain di Indonesia. Pada akhirnya, sinergi akademik-industri yang kuat akan menciptakan ekosistem pembelajaran yang sehat, menghasilkan talenta-talenta berkualitas, dan mendorong inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan nasional.
Sebagai penutup, Kepala Unit Perpustakaan Kendari, Dra. Hj. Siti Nurhaliza, M.Si., mengundang seluruh civitas akademika untuk aktif mengambil peran dalam program-program kolaboratif ini. “Momentum ini adalah kesempatan emas bagi kita semua untuk tumbuh dan berkembang bersama. Saya yakin bahwa melalui komitmen dan kerja keras kolektif, kami dapat mewujudkan perpustakaan kampus yang tidak hanya modern secara teknologi, tetapi juga bermakna dalam kontribusinya terhadap pengembangan sumber daya manusia berkualitas,” tutupnya dengan optimis.
Dengan demikian, langkah strategis ini menandai era baru dalam perjalanan akademis Universitas Muhammadiyah Kendari menuju masa depan yang lebih cerah dan bermakna.
—
[END OF ARTICLE]
Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari konferensi pers resmi Universitas Muhammadiyah Kendari tanggal 8-9 April 2026 dan wawancara dengan pihak-pihak terkait.