KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Perpustakaan resmi meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat tahun 2026 pada hari Kamis, 10 April 2026. Program yang melibatkan lebih dari 400 mahasiswa dari berbagai fakultas ini dirancang untuk memberikan dampak sosial maksimal sambil mengintegrasikan pemanfaatan sumber daya perpustakaan dalam pemberdayaan komunitas lokal di Sulawesi Tenggara.
Peluncuran program berlangsung di Gedung Serba Guna Unit Perpustakaan Kendari, yang dihadiri oleh pimpinan universitas, kepala dinas terkait, kepala desa-desa mitra, dan mahasiswa peserta KKN. Acara ini menandai komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas di kampus, tetapi juga berkontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat sekitarnya.
Konsep Program yang Inovatif dan Relevan
Program KKN 2026 yang diluncurkan kali ini mengusung tema “Literasi Digital dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan untuk Desa Tangguh Kendari.” Konsep ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara pihak universitas, Unit Perpustakaan Kendari, dan stakeholder lokal dalam merespons kebutuhan masyarakat yang semakin mendesak di era transformasi digital.
Menurut ketua panitia KKN, Dr. Suherman, M.Pd., program tahun ini berbeda dengan program-program sebelumnya karena menempatkan perpustakaan sebagai pusat informasi dan edukasi yang strategis. “Kami telah mengidentifikasi bahwa salah satu tantangan masyarakat lokal adalah akses terhadap informasi dan literasi digital yang masih rendah. Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat pembelajaran dan pemberdayaan. Mahasiswa KKN kami akan memanfaatkan sumber daya perpustakaan untuk berbagai kegiatan edukatif di desa-desa mitra,” ujar Dr. Suherman dalam wawancara eksklusif dengan pihak pers kampus.
Lokasi dan Desa-Desa Mitra
Program KKN 2026 akan dilaksanakan di 15 desa yang tersebar di tiga kabupaten sekitar Kendari, yakni Kabupaten Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kabupaten Bombana. Pemilihan desa-desa ini didasarkan pada analisis mendalam terhadap tingkat pembangunan infrastruktur pendidikan dan akses informasi yang masih perlu ditingkatkan.
Desa-desa yang menjadi lokasi KKN meliputi Desa Buhafa, Desa Pondasi, Desa Wawonii, Desa Abeli, Desa Kendari Barat, Desa Benowuma, Desa Poasia, dan desa-desa lainnya yang strategis untuk pengembangan program. Setiap lokasi akan menjadi pusat pembelajaran bagi kelompok mahasiswa yang terdiri dari 25-30 orang, dengan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) berpengalaman.
Fokus Kegiatan Program
Program pengabdian masyarakat dan KKN ini memiliki beberapa fokus utama yang telah dirancang dengan matang. Pertama, literasi digital dan pelatihan teknologi informasi untuk kelompok UMKM lokal. Mahasiswa akan membantu pengusaha kecil dan menengah untuk memahami dan memanfaatkan platform digital dalam memasarkan produk mereka.
Kedua, program pendampingan literasi baca-tulis untuk anak-anak usia sekolah dasar dan menengah. Mengingat perpustakaan menjadi fokus utama, mahasiswa akan membentuk kelompok belajar dan perpustakaan keliling di beberapa lokasi yang akses pendidikannya terbatas.
Ketiga, pelatihan keterampilan ekonomi kreatif untuk perempuan dan kelompok produktif lainnya. Program ini mencakup pelatihan pembuatan produk unggulan lokal, pengemasan, dan strategi pemasaran.
Keempat, sosialisasi dan edukasi kesehatan reproduksi, kebersihan, dan sanitasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal setiap desa mitra.
Kelima, pemberdayaan organisasi masyarakat, khususnya PKK, karang taruna, dan kelompok tani dalam mengakses informasi dan meningkatkan kapasitas organisasi mereka.
Peran Strategis Unit Perpustakaan Kendari
Kepala Unit Perpustakaan Kendari, Ibu Hj. Nur Indriyani, S.S., M.Lis., menekankan peran perpustakaan sebagai tulang punggung program ini. Beliau menjelaskan bahwa perpustakaan telah menyiapkan sejumlah infrastruktur dan sumber daya untuk mendukung keberhasilan KKN.
“Unit Perpustakaan Kendari telah mengalokasikan 150 unit koleksi buku digital dan cetak yang relevan dengan tema KKN, termasuk buku-buku tentang literasi digital, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat. Kami juga menyediakan akses Wi-Fi gratis dan laboratorium komputer untuk mahasiswa KKN melakukan riset dan persiapan sebelum terjun ke lapangan,” terang Ibu Nur Indriyani.
Lebih lanjut, perpustakaan juga telah menyiapkan program pelatihan intensif bagi mahasiswa peserta KKN tentang cara mengorganisir informasi, cara menjadi fasilitator pembelajaran, dan cara memanfaatkan teknologi dalam pendidikan masyarakat. “Kami percaya bahwa mahasiswa harus dilengkapi dengan keterampilan dan pengetahuan yang tepat sehingga mereka dapat memberikan dampak maksimal selama menjalankan KKN selama dua bulan ke depan,” lanjutnya.
Persiapan Matang dan Seleksi Mahasiswa
Proses seleksi mahasiswa untuk program KKN 2026 telah dilakukan secara transparan dan kompetitif. Dari lebih dari 600 mahasiswa yang mendaftar, hanya 400 mahasiswa yang lolos seleksi berdasarkan kriteria akademik, komitmen sosial, dan keterampilan teknis yang relevan.
Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Bambang Widodo, M.Si., mengatakan bahwa seleksi yang ketat ini bertujuan memastikan kualitas mahasiswa yang akan berinteraksi langsung dengan masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa yang dikirim ke lapangan adalah representasi terbaik dari universitas kami. Mereka harus memiliki semangat tinggi, tanggung jawab sosial yang kuat, dan kemampuan berkomunikasi yang baik,” jelas Bambang Widodo.
Sebagai bagian dari persiapan, mahasiswa telah menjalani serangkaian pelatihan mulai dari orientation dasar KKN, pembentukan kelompok, hingga workshop tematik yang spesifik sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
Dukungan Pemerintah Lokal dan Institusi Mitra
Program KKN 2026 juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah lokal. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Tenggara telah mengeluarkan surat pengesahan atas kesesuaian program dengan rencana pembangunan daerah. Selain itu, berbagai organisasi lokal seperti Dewan Pembina Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), dan unit-unit pelayanan kesehatan juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan universitas.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Universitas Muhammadiyah Kendari dan program KKN ini di wilayah kami. Mahasiswa dari universitas ini telah terbukti memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa-desa kami,” ujar salah satu kepala desa mitra, Bapak Suardi, Kepala Desa Buhafa, dalam sambutan singkatnya.
Anggaran dan Sumber Pendanaan
Program KKN 2026 telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 1,2 miliar yang bersumber dari dana operasional universitas, kontribusi mahasiswa, dan kemitraan dengan institusi lokal lainnya. Dana ini dipergunakan untuk operasional lapangan, honorarium dosen pembimbing, pelatihan, dan pengadaan perlengkapan yang diperlukan selama program berlangsung.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.M., memastikan bahwa transparansi dalam penggunaan dana menjadi prioritas. “Setiap rupiah yang diinvestasikan dalam program ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan program berjalan sesuai target,” papar Prof. Ikhsan dalam penjelasannya.
Target dan Indikator Keberhasilan
Program KKN dan pengabdian masyarakat ini memiliki target yang jelas dan terukur. Target utama mencakup peningkatan akses informasi digital bagi minimal 2.000 warga masyarakat, pemberdayaan 500 pelaku UMKM melalui pelatihan digital marketing, dan pembentukan 15 perpustakaan mini berbasis komunitas di desa-desa mitra.
Indikator keberhasilan mencakup tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan, peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, tingkat kepuasan masyarakat terhadap program, dan keberlanjutan program setelah mahasiswa KKN selesai.
Dampak Jangka Panjang yang Diharapkan
Dampak jangka panjang yang diharapkan dari program ini mencakup terbangunnya ekosistem literasi digital di desa-desa mitra, peningkatan daya saing ekonomi lokal, serta memperkuat ikatan antara universitas dan masyarakat. Lebih spesifik lagi, program ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya gerakan literasi masyarakat yang berkelanjutan dan mandiri setelah program KKN berakhir.
Dr. Suherman mengungkapkan harapannya bahwa program ini bukan hanya tentang memenuhi persyaratan akademik mahasiswa, melainkan tentang memberikan pengalaman bermakna yang akan membentuk karakter mereka sebagai intelektual yang peduli terhadap masyarakat. “Mahasiswa bukan hanya belajar teori di kampus, tetapi mereka turun langsung ke lapangan untuk melihat, merasakan, dan turut mengalami kehidupan masyarakat nyata. Semoga mereka dapat membawa perubahan positif dan pada gilirannya menjadi pemimpin yang bertanggung jawab sosial tinggi,” harapnya.
Penutup
Peluncuran program KKN dan pengabdian masyarakat 2026 oleh Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya melalui Unit Perpustakaan Kendari, menunjukkan komitmen institusi pendidikan ini dalam menjalankan tiga pilar pendidikan tinggi secara optimal. Program yang melibatkan 400 mahasiswa dan 15 desa mitra ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan.
Dengan fokus pada literasi digital dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, program ini relevan dengan kebutuhan masyarakat di era transformasi digital. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari internal universitas, pemerintah lokal, hingga organisasi masyarakat, menunjukkan bahwa program ini memiliki fondasi yang kuat untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Mahasiswa-mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari siap memulai perjalanan dua bulan mereka yang penuh tantangan dan peluang. Diharapkan, melalui dedikasi dan kerja keras mereka, dapat tercipta perubahan positif di desa-desa mitra dan sekaligus memperkaya pengalaman belajar mereka sebagai calon pemimpin bangsa.
—
Jumlah Kata: 1.847 kata