KENDARI – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong budaya literasi di kalangan mahasiswa, Unit Perpustakaan Kendari Universitas Muhammadiyah Kendari secara resmi meluncurkan program inovatif bertajuk “Gerakan Literasi Terpadu Digital dan Kolaborasi Akademik” pada hari Rabu, 16 April 2026. Peluncuran program ini menjadi milestone penting dalam pengembangan infrastruktur akademik di perguruan tinggi yang terus berkembang di Sulawesi Tenggara tersebut.
Program yang dirancang dengan komprehensif ini menggabungkan tiga komponen utama, yakni modernisasi sistem digitalisasi koleksi perpustakaan, pelatihan literasi informasi untuk semua kalangan civitas akademika, dan pembentukan komunitas belajar berbasis penelitian. Dengan antusiasme tinggi, para pemangku kepentingan kampus berkumpul di ruang auditorium Unit Perpustakaan untuk menyaksikan langsung acara peluncuran yang dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan staf administrasi.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Kendari, telah menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan fasilitas pembelajaran berkualitas. Namun, melalui evaluasi menyeluruh yang dilakukan pada awal tahun 2026, pihak kampus mengidentifikasi bahwa masih terdapat kesenjangan signifikan dalam pemanfaatan sumber daya perpustakaan oleh mahasiswa.
Studi pendahuluan yang dilakukan oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa tingkat kunjungan mahasiswa ke perpustakaan hanya mencapai 35 persen dari total populasi mahasiswa aktif. Lebih mengkhawatirkan lagi, ketergantungan mahasiswa terhadap sumber informasi digital tanpa verifikasi akademis mencapai 68 persen, mengindikasikan perlunya program edukasi literasi informasi yang mendesak.
“Data ini memotivasi kami untuk mengambil langkah nyata dan terukur dalam mentransformasi Unit Perpustakaan Kendari menjadi pusat pembelajaran yang tidak hanya menyediakan koleksi buku, melainkan juga menjadi wahana pengembangan kompetensi informasi bagi seluruh mahasiswa,” ungkap Dr. Bambang Setiawan, Kepala Unit Perpustakaan Kendari, dalam sambutannya pada acara peluncuran program tersebut.
Komponen Utama Program Gerakan Literasi Terpadu
Sebagai respons atas tantangan pembelajaran modern, program Gerakan Literasi Terpadu Digital dan Kolaborasi Akademik dirancang dengan tiga pilar strategis yang saling mendukung. Pertama, digitalisasi koleksi perpustakaan yang akan mengkonversi seluruh katalog fisik menjadi format digital yang dapat diakses melalui platform online, mobile application, dan sistem manajemen pembelajaran (learning management system) yang terintegrasi dengan sistem akademik kampus.
Fase pertama digitalisasi meliputi 5.000 judul buku dari berbagai disiplin ilmu, termasuk koleksi referensi, jurnal, dan literatur grey literature (laporan penelitian, skripsi, dan tesis mahasiswa) yang selama ini tersimpan namun kurang optimal pemanfaatannya. Proses digitalisasi ini akan melibatkan 15 tenaga operator khusus yang telah dilatih oleh pihak vendor teknologi internasional, dengan target penyelesaian dalam waktu enam bulan.
“Kami berkomitmen bahwa setiap mahasiswa, baik yang berada di kampus maupun di luar kampus, dapat mengakses koleksi perpustakaan kapan saja dan di mana saja tanpa batasan geografis. Ini adalah wujud nyata dari komitmen kami terhadap pembelajaran inklusif dan berkelanjutan,” tambah Dr. Bambang Setiawan dengan penuh keyakinan.
Komponen kedua adalah Program Pelatihan Literasi Informasi Berkelanjutan yang akan diselenggarakan secara berkala setiap bulan. Program ini mencakup workshop tentang cara melakukan riset informasi yang akurat, evaluasi sumber data, penggunaan basis data akademik (seperti JSTOR, ProQuest, dan Google Scholar), serta etika pengutipan dan pencegahan plagiarisme. Pelatihan dirancang untuk semua tingkat, mulai dari mahasiswa baru hingga tingkat akhir, dengan metode pembelajaran yang interaktif dan hands-on.
Komponen ketiga adalah pembentukan Komunitas Belajar Berbasis Penelitian (KBBP) yang akan menjadi ruang diskusi dan kolaborasi akademik antar mahasiswa, dosen, dan peneliti. Melalui komunitas ini, mahasiswa dapat membentuk kelompok fokus untuk membahas topik-topik penelitian, berbagi temuan, dan saling memberikan feedback akademis dalam suasana yang mendukung dan konstruktif.
Respons dan Dukungan dari Pimpinan Kampus
Kepala Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Arif, S.T., M.Sc., dalam kesempatan peluncuran program ini memberikan sambutan yang sangat antusias dan mendukung penuh inisiatif perpustakaan. “Program Gerakan Literasi Terpadu ini sejalan dengan visi universitas kami untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang mengintegrasikan teknologi, inovasi, dan nilai-nilai akademik dalam setiap aspek pembelajaran,” ujar Prof. Arif.
Lebih lanjut, Prof. Arif menekankan bahwa investasi dalam pengembangan infrastruktur perpustakaan bukan semata-mata tentang fasilitas fisik, tetapi tentang transformasi budaya akademik di seluruh kampus. “Kami percaya bahwa mahasiswa yang terampil dalam menggali, menganalisis, dan memanfaatkan informasi adalah mahasiswa yang siap menghadapi tantangan global. Perpustakaan adalah jantung dari ekosistem pembelajaran yang sehat,” jelasnya lebih lanjut.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Siti Nurhaliza, M.Pd., juga menambahkan bahwa program ini akan terintegrasi dengan kurikulum dan proses pembelajaran di semua program studi. “Setiap mata kuliah, khususnya yang melibatkan penelitian dan penulisan akademik, akan menggunakan fasilitas dan program literasi yang disediakan oleh Unit Perpustakaan Kendari. Kami akan memastikan bahwa learning outcome yang diinginkan dapat tercapai secara optimal,” tuturnya dengan penuh percaya diri.
Manfaat dan Dampak yang Diharapkan
Tim pengembang program memproyeksikan bahwa dengan implementasi Gerakan Literasi Terpadu ini, akan terjadi peningkatan signifikan dalam beberapa indikator akademik. Pertama, peningkatan kualitas karya ilmiah mahasiswa dengan metrik yang dapat diukur melalui peningkatan tingkat sitasi penelitian mahasiswa, peningkatan nilai rata-rata untuk tugas akhir (skripsi/tesis), dan peningkatan jumlah publikasi mahasiswa di jurnal akademis.
Kedua, peningkatan tingkat retensi dan kepuasan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Data menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif menggunakan layanan perpustakaan memiliki tingkat kepuasan akademik yang lebih tinggi dan tingkat drop-out yang lebih rendah dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak memanfaatkan layanan perpustakaan secara optimal.
Ketiga, penguatan ekosistem penelitian di kampus melalui peningkatan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam kegiatan penelitian. Dengan akses yang lebih mudah terhadap koleksi dan literatur terkini, diharapkan dapat meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian yang dilakukan oleh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Dalam jangka panjang, kami menargetkan bahwa Unit Perpustakaan Kendari dapat menjadi perpustakaan digital terdepan di wilayah Sulawesi Tenggara dengan koleksi yang komprehensif dan layanan yang responsif terhadap kebutuhan pengguna,” terang Dr. Bambang Setiawan dalam diskusi lanjutan tentang roadmap pengembangan lima tahun ke depan.
Testimoni Mahasiswa dan Dosen
Dalam sesi diskusi santai yang diselenggarakan seusai acara peluncuran formal, beberapa mahasiswa memberikan respons positif atas inisiatif ini. Nabila Kusuma Putri, mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Informatika, mengungkapkan kegembiraannya atas kehadiran program ini. “Sebagai mahasiswa yang aktif melakukan penelitian untuk skripsi, saya sangat apresiasi dengan adanya program literasi ini. Selama ini, pencarian jurnal internasional dan data terpercaya memang menjadi tantangan tersendiri. Dengan fasilitas digital yang lebih baik, semoga proses penelitian kami menjadi lebih efisien dan berkualitas,” ujarnya dengan antusias.
Sementara itu, Dr. Hendra Wijaya, dosen dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, melihat program ini sebagai katalis penting dalam meningkatkan standar akademik di kampus. “Sebagai seorang dosen, saya sering mengalami kendala ketika mengharapkan mahasiswa untuk merujuk pada sumber-sumber akademis yang kredibel. Dengan program pelatihan literasi informasi yang terstruktur, saya yakin mahasiswa akan lebih mampu membedakan antara sumber yang terpercaya dan yang tidak, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas saya,” katanya sambil memberikan acungan jempol.
Tahapan Implementasi dan Jadwal Pelaksanaan
Program Gerakan Literasi Terpadu Digital dan Kolaborasi Akademik akan dilaksanakan dalam tiga fase yang terstruktur. Fase pertama (April – Juni 2026) fokus pada infrastruktur digital dan pelatihan internal tenaga perpustakaan. Fase kedua (Juli – September 2026) adalah peluncuran layanan digital dan pelatihan literasi tahap pertama untuk mahasiswa. Fase ketiga (Oktober 2026 – Maret 2027) adalah optimalisasi berdasarkan feedback pengguna dan pengembangan fitur-fitur lanjutan.
Anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp 750 juta, yang bersumber dari dana operasional perpustakaan, dukungan universitas, dan kerjasama dengan beberapa mitra industri teknologi. Transparansi penganggaran dan monitoring ketat akan memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan memberikan nilai maksimal bagi sivitas akademika.
Penutup
Peluncuran Program Gerakan Literasi Terpadu Digital dan Kolaborasi Akademik oleh Unit Perpustakaan Kendari Universitas Muhammadiyah Kendari menandai babak baru dalam evolusi pembelajaran di institusi pendidikan tinggi tersebut. Dengan menggabungkan teknologi terkini, program edukasi yang terstruktur, dan pembentukan komunitas akademik yang kuat, universitas ini telah mengambil langkah berani untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan.
Inisiatif ini juga mencerminkan dedikasi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berinovasi dan merespons dinamika kebutuhan pendidikan tinggi di era digital. Ke depannya, diharapkan program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga dapat menjadi model yang dapat diadopsi oleh institusi pendidikan lain di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dengan momentum positif ini, Unit Perpustakaan Kendari Universitas Muhammadiyah Kendari siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah, di mana literasi, pengetahuan, dan inovasi menjadi kekuatan utama yang mendorong kesuksesan akademik generasi mahasiswa mendatang.
—
Jumlah kata: 1.847 kata