KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari bersama sejumlah organisasi mahasiswa lainnya secara resmi meluncurkan program strategis bertajuk “Gerakan Literasi Digital Kampus 2026” pada hari Jumat, 04 April 2026. Program inovatif ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi digital mahasiswa dengan memanfaatkan fasilitas Unit Perpustakaan Kendari yang telah dimodernisasi.
Acara peluncuran program digelar di Ruang Pertemuan Utama Unit Perpustakaan Kendari dengan menghadirkan ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan, dosen, pimpinan universitas, dan perwakilan dari organisasi mahasiswa di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari. Kegiatan ini menandai momentum penting bagi ekosistem akademik kampus dalam merespons tantangan era transformasi digital.
### LATAR BELAKANG INISIATIF STRATEGIS
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, terus berinovasi dalam mengembangkan kualitas mahasiswanya. Dalam konteks global yang semakin digital, kebutuhan akan literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mutlak bagi setiap mahasiswa untuk tetap kompetitif di pasar kerja.
Unit Perpustakaan Kendari, sebagai jantung akademik kampus, telah melakukan investasi signifikan dalam infrastruktur teknologi informasi. Perpustakaan yang berlokasi strategis di pusat kampus ini kini dilengkapi dengan fasilitas akses internet berkecepatan tinggi, laboratorium komputer modern, ruang digital learning, dan koleksi database elektronik yang komprehensif. Fasilitas-fasilitas ini menjadi fondasi sempurna untuk pelaksanaan program literasi digital yang komprehensif.
“Kami menyadari bahwa era digital telah mengubah paradigma pendidikan secara fundamental. Mahasiswa kami harus tidak hanya menguasai teori akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam menggunakan teknologi digital untuk penelitian, komunikasi, dan kolaborasi,” jelas Rector Universitas Muhammadiyah Kendari dalam pembukaannya.
Keterlibatan BEM dan organisasi mahasiswa lainnya dalam inisiatif ini menunjukkan komitmen sivitas akademika dalam membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
### DETAIL PROGRAM GERAKAN LITERASI DIGITAL KAMPUS 2026
Program Gerakan Literasi Digital Kampus 2026 dirancang dengan pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek keterampilan digital. Menurut Muhammad Rizki Pratama, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, program ini terdiri dari lima pilar utama yang akan dijalankan secara bertahap selama satu tahun akademik.
“Pilar pertama adalah pelatihan dasar literasi digital yang mencakup penggunaan efektif mesin pencari, verifikasi informasi, dan pengenalan cybersecurity. Pilar kedua fokus pada penguasaan tools kolaborasi digital seperti Google Workspace dan Microsoft 365. Pilar ketiga akan membekali mahasiswa dengan keterampilan content creation dan digital marketing. Pilar keempat menaruh perhatian pada data analytics dan business intelligence, sementara pilar kelima adalah soft skills digital termasuk komunikasi efektif di platform digital,” papar Rizki dalam sambutannya.
Setiap pilar dirancang dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa dari berbagai program studi. BEM telah berkolaborasi dengan dosen-dosen dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik untuk mengembangkan materi pembelajaran yang relevan dan praktis.
Pelaksanaan program mencakup workshop interaktif, webinar dengan pembicara tamu dari industri teknologi, sesi mentoring one-on-one, dan kompetisi digital skills yang akan memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi. Seluruh kegiatan akan diselenggarakan di Unit Perpustakaan Kendari dengan jadwal yang fleksibel untuk memaksimalkan partisipasi mahasiswa.
### DUKUNGAN MANAJEMEN UNIVERSITAS
Kepala Unit Perpustakaan Kendari, Dra. Nurhaliza, S.Sos., M.I.Kom., mengapresiasi inisiatif BEM dan organisasi mahasiswa ini. Menurutnya, perpustakaan modern tidak hanya tentang koleksi buku, tetapi juga harus menjadi hub inovasi dan pembelajaran.
“Unit Perpustakaan Kendari kami siap menjadi pusat ekosistem literasi digital di kampus. Kami telah menyiapkan ruang-ruang khusus yang dapat digunakan untuk workshop, seminar, dan kegiatan kolaboratif. Koleksi database digital kami juga terus ditingkatkan untuk mendukung penelitian mahasiswa dalam berbagai disiplin ilmu,” ujar Nurhaliza dalam wawancara khusus dengan media kampus.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa infrastruktur perpustakaan yang telah dimodernisasi pada tahun 2024 lalu mencakup instalasi WiFi 6 berkecepatan hingga 1 Gbps, peningkatan kapasitas server untuk hosting repository digital, dan penambahan workstation komputer dengan spesifikasi tinggi. Semua ini dirancang untuk mendukung kebutuhan pembelajaran digital yang semakin intensif.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan, Prof. Dr. H. Bambang Sutrisno, M.Pd., menekankan bahwa program ini sejalan dengan visi strategis universitas untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi yang responsif terhadap perkembangan zaman.
“Investasi kami dalam infrastruktur digital dan dukungan terhadap inisiatif seperti ini bukan sekadar trend, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan relevansi lulusan kami di era global. Mahasiswa yang lulus dari Universitas Muhammadiyah Kendari harus memiliki competitiveness yang tinggi, baik dalam hard skills maupun soft skills,” kata Prof. Bambang dalam kesempatan peluncuran program.
### RESPONS POSITIF DARI ORGANISASI MAHASISWA
Selain BEM, program ini juga mendapat dukungan aktif dari berbagai organisasi mahasiswa lainnya. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) dari berbagai jurusan telah menunjukkan komitmen untuk mempromosikan program kepada mahasiswa mereka masing-masing.
Ketua HMPS Teknik Informatika, Ahmad Wijaya, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini. “Bidang teknologi informasi memang menjadi fokus kami, namun kami percaya bahwa literasi digital bukan hanya untuk mahasiswa teknik. Setiap mahasiswa, apakah dari jurusan manajemen, akuntansi, hingga pendidikan, membutuhkan keterampilan digital yang solid. Program ini adalah langkah tepat untuk memastikan semua mahasiswa di kampus kita memiliki fondasi literasi digital yang kuat,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Senat Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah mengesahkan alokasi anggaran khusus untuk mendukung pelaksanaan program. Sumber pendanaan berasal dari biaya operasional organisasi mahasiswa dan dukungan dari beberapa unit administratif universitas.
### METODOLOGI DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Program Gerakan Literasi Digital Kampus 2026 mengadopsi pendekatan pembelajaran yang inovatif dan student-centered. Menurut desain kurikulum yang dikembangkan bersama tim ahli, program ini menggabungkan metode pembelajaran konvensional dengan teknologi pendidikan terkini.
Setiap peserta akan menerima materi pembelajaran dalam format multimedia yang mencakup video tutorial, modul interaktif, live session, dan case studies dari dunia nyata. Mahasiswa juga akan memiliki akses ke learning management system (LMS) khusus yang terintegrasi dengan sistem informasi akademik universitas.
Sistem penilaian dalam program ini dirancang untuk mengedepankan evaluasi formatif dan summative yang seimbang. Peserta akan menjalani pre-test untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran individual, dan post-test untuk mengukur peningkatan kompetensi. Selain itu, portfolio digital juga menjadi salah satu instrumen penilaian untuk menunjukkan pembelajaran praktis mahasiswa.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa yang mengikuti program ini tidak hanya memahami konsep teoritis, tetapi juga dapat mengaplikasikan keterampilan digital mereka dalam konteks nyata. Oleh karena itu, kami mengintegrasikan project-based learning dalam setiap modul pembelajaran,” jelas Dr. Sri Hartini, Koordinator Program Literasi Digital dari pihak akademik.
### DAMPAK YANG DIHARAPKAN
Universitas Muhammadiyah Kendari menaruh harapan besar terhadap dampak positif dari program ini. Dalam jangka pendek, program diharapkan dapat meningkatkan kompetensi digital setidaknya 80% mahasiswa aktif di kampus selama tahun akademik 2025-2026.
Dalam jangka menengah, program ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas output akademik, termasuk peningkatan mutu penelitian mahasiswa, kualitas penulisan proposal, dan kapabilitas presentasi digital. Organisasi mahasiswa juga mengantisipasi bahwa program ini akan menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih kolaboratif dan inovatif di kampus.
Sementara dalam jangka panjang, universitas berharap bahwa lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari akan memiliki positioning yang lebih kuat di pasar kerja digital, dengan tingkat employability dan salary competitiveness yang meningkat signifikan. Data dari tracer study alumni juga diharapkan menunjukkan korelasi positif antara literasi digital dan karir profesional lulusan.
### TESTIMONI MAHASISWA
Beberapa mahasiswa yang hadir dalam acara peluncuran memberikan testimoni positif tentang antusiasme mereka mengikuti program ini. Sinta Wijaya, mahasiswa tahun ketiga Program Studi Manajemen, mengatakan bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan dirinya.
“Saya merasa bahwa keterampilan digital adalah must-have di era sekarang ini. Sebelumnya, saya hanya tahu cara menggunakan social media untuk entertainment, tetapi saya belum tahu bagaimana memanfaatkan data digital untuk pengambilan keputusan bisnis. Program ini akan sangat membantu saya untuk mempersiapkan diri sebelum masuk dunia kerja,” ungkapnya.
Sementara itu, Fajar Rahman, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, melihat program ini sebagai peluang untuk mengembangkan skill tambahan yang dapat membuat dirinya lebih marketable. “Saya adalah mahasiswa non-teknik, tetapi saya menyadari bahwa literasi digital adalah keterampilan fundamental yang dibutuhkan di semua bidang. Saya sangat antusias dengan adanya program yang komprehensif seperti ini,” kata Fajar.
### PENUTUP
Peluncuran Program Gerakan Literasi Digital Kampus 2026 oleh BEM dan organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan momentum penting dalam perjalanan transformasi digital institusi. Dengan dukungan penuh dari manajemen universitas, fasilitas modern di Unit Perpustakaan Kendari, dan komitmen sivitas akademika, program ini memiliki potensi besar untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Dalam konteks pandangan ke depan, universitas mengakui bahwa literasi digital adalah investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia. Setiap mahasiswa yang lulus dengan kompetensi digital yang solid adalah aset berharga bagi pembangunan nasional dan kontribusi terhadap ekonomi digital Indonesia.
Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, Muhammad Rizki Pratama, menutup presentasinya dengan pernyataan yang penuh komitmen: “Kami mengajak seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi bagian dari gerakan literasi digital ini. Ini bukan hanya program organisasi mahasiswa biasa, tetapi adalah misi bersama untuk memastikan bahwa setiap lulusan kami siap menghadapi tantangan digital era 21 abad. Mari bersama-sama membangun kampus yang lebih inovatif, lebih digital, dan lebih inklusif.”
Pendaftaran peserta program telah dibuka mulai tanggal 04 April 2026 dan dapat dilakukan melalui portal online yang disediakan atau langsung ke kantor BEM di Gedung Aktivitas Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Kuota terbatas disediakan untuk memastikan kualitas pembelajaran yang optimal bagi setiap peserta.
—
Berita ini telah diverifikasi dan disiapkan sesuai dengan standar jurnalisme kampus profesional.