KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Perpustakaan yang berlokasi di pusat kampus, secara resmi meluncurkan program inovatif bernama “Literasi Digital dan Kolaborasi Akademik Terpadu” (LiDiKAT) pada Selasa, 01 April 2026. Inisiatif akademik ini dirancang untuk meningkatkan kualitas perkuliahan, mendorong riset mahasiswa, dan memfasilitasi kolaborasi lintas fakultas dalam era digital modern.
Peluncuran program tersebut disertai dengan pembukaan fasilitas baru berupa Digital Learning Hub di Unit Perpustakaan, yang dilengkapi dengan perangkat teknologi terkini, ruang diskusi interaktif, dan sistem manajemen pembelajaran terintegrasi. Acara peluncuran dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, pimpinan unit perpustakaan, dekan dari berbagai fakultas, dosen, mahasiswa, dan media massa lokal.
Menurut data yang dihimpun dari pihak kampus, program LiDiKAT merupakan respons strategis terhadap dinamika pendidikan tinggi yang semakin memanfaatkan teknologi informasi. Program ini mencakup tiga pilar utama: peningkatan literasi digital mahasiswa, penguatan kolaborasi penelitian lintas disiplin ilmu, dan optimalisasi peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran abad ke-21.
LATAR BELAKANG DAN URGENSI PROGRAM
Dalam konteks pendidikan nasional, Indonesia menghadapi tantangan signifikan terkait kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk keperluan akademik. Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah mengidentifikasi kebutuhan untuk memperkuat ekosistem akademik yang berbasis teknologi dan kolaborasi.
Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari, yang sebelumnya dikenal sebagai pusat penyimpanan koleksi buku dan jurnal konvensional, telah mengalami transformasi signifikan. Berdasarkan survei internal yang dilakukan pada kuartal terakhir 2025, ditemukan bahwa 73 persen mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam mengakses sumber daya akademik digital, mengolah data penelitian, dan berkolaborasi dengan rekan sejawat dari disiplin ilmu berbeda.
“Kami menyadari bahwa perpustakaan modern tidak lagi sekadar tempat mencari buku, tetapi harus menjadi jantung dari ekosistem pembelajaran dan penelitian yang dinamis. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk melakukan transformasi menyeluruh terhadap Unit Perpustakaan kami,” ujar Dr. H. Saleh Marzuki, S.H., M.H., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya pada acara peluncuran program.
KOMPONEN UTAMA PROGRAM LITERASI DIGITAL DAN KOLABORASI AKADEMIK TERPADU
Program LiDiKAT terdiri dari beberapa komponen yang dirancang secara komprehensif untuk memenuhi kebutuhan akademik mahasiswa di era digital. Pertama adalah modul literasi digital yang mencakup pelatihan penggunaan basis data akademik internasional, tools penelitian digital, pengelolaan referensi, hingga etika dan keamanan digital.
Komponen kedua adalah Digital Learning Hub, sebuah ruang fisik di Unit Perpustakaan yang dilengkapi dengan 25 unit komputer desktop berkonfigurasi tinggi, 15 unit laptop, 10 tablet interaktif, sistem proyeksi digital, dan meja diskusi kolaboratif. Hub ini dirancang untuk memfasilitasi kelompok studi, seminar mini, dan sesi brainstorming penelitian.
Komponen ketiga adalah platform kolaborasi online bernama “AkademiaLink”, yang merupakan sistem manajemen pembelajaran internal kampus. Platform ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai fakultas untuk bertukar ide, membentuk komunitas penelitian, mengakses sumber daya bersama, dan mendapatkan mentoring dari dosen.
“AkademiaLink kami rancang dengan mempertimbangkan kebutuhan spesifik mahasiswa Indonesia, termasuk interface yang user-friendly, konsumsi data yang minimal, dan fitur kolaborasi yang intuitif,” jelas Drs. Ahmad Ridho Thalib, M.I.Kom., Kepala Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Komponen keempat adalah program pelatihan berkelanjutan yang terdiri dari workshop bulanan, webinar dengan pembicara tamu dari universitas terkemuka nasional dan internasional, serta program magang di bidang penelitian dan penerbitan akademik.
PELAKSANAAN DAN RESPONS AWAL DARI SIVITAS AKADEMIKA
Sejak pengumuman awal program pada Februari 2026, Unit Perpustakaan telah menerima antusiasme luar biasa dari mahasiswa. Data pendaftaran menunjukkan bahwa lebih dari 1.200 mahasiswa dari 8 fakultas telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program literasi digital fase pertama, yang akan dimulai pada minggu kedua April 2026.
Respons positif juga datang dari kalangan dosen. Berdasarkan survei kepuasan yang dilakukan Unit Perpustakaan pada akhir Maret 2026, sebanyak 89 persen dosen mengapresiasi inisiatif ini dan menyatakan siap mendukung pelaksanaannya melalui pengintegrasian komponen program ke dalam kurikulum mata kuliah mereka.
“Sebagai dosen penelitian metodologi, saya sangat menyambut baik peluncuran platform AkademiaLink. Ini akan membuat mahasiswa kami lebih mudah dalam mengakses literatur terkini dan berkolaborasi dengan peneliti lain di kampus. Saya sudah merencanakan untuk mengintegrasikan penggunaan platform ini ke dalam mata kuliah Metodologi Penelitian di semester depan,” ujar Prof. Dr. Nursyam, M.Sc., dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Mahasiswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi. Menurut wawancara informal dengan beberapa mahasiswa pada acara peluncuran, mereka merasa bahwa program ini akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan teknologi terkini.
“Saya sangat excited dengan adanya Digital Learning Hub ini. Sebelumnya, jika kami ingin melakukan riset kelompok, kami harus keluar kampus ke warnet atau rumah masing-masing. Sekarang semua fasilitas sudah tersedia di satu tempat, dan gratis untuk digunakan mahasiswa,” ungkap Siti Nurhaliza, mahasiswa tingkat ketiga Fakultas Hukum, saat ditemui di lokasi acara peluncuran.
INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI DAN INVESTASI KAMPUS
Untuk mewujudkan program LiDiKAT, Universitas Muhammadiyah Kendari telah melakukan investasi signifikan dalam infrastruktur teknologi. Berdasarkan informasi dari Bagian Keuangan dan Perencanaan, total alokasi anggaran untuk proyek transformasi Unit Perpustakaan tahun 2025-2026 mencapai Rp 2,8 miliar, yang meliputi pengadaan perangkat keras, pengembangan platform digital, pelatihan staf, dan renovasi fisik gedung perpustakaan.
Renovasi fisik gedung perpustakaan sendiri dirancang oleh firma arsitektur internasional yang berpengalaman dalam merancang perpustakaan modern. Desain bangunan mengutamakan aspek keberlanjutan lingkungan, efisiensi energi, dan aksesibilitas bagi mahasiswa dengan kebutuhan khusus.
“Kami tidak hanya memperbarui teknologi, tetapi juga menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran dan penelitian. Setiap sudut perpustakaan dirancang dengan cermat untuk mendukung berbagai aktivitas akademik, mulai dari studi individual hingga kolaborasi kelompok besar,” jelas Ir. Bambang Sutrisno, M.T., Kepala Bagian Sarana dan Prasarana Universitas Muhammadiyah Kendari.
Investasi teknologi informasi mencakup pengadaan server high-performance untuk menunjang platform AkademiaLink, sistem keamanan siber untuk melindungi data akademik, dan konektivitas internet berkecepatan tinggi yang menjangkau seluruh area perpustakaan dan kampus.
KEMITRAAN STRATEGIS DAN KOLABORASI EKSTERNAL
Untuk memastikan kualitas dan relevansi program, Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin kemitraan strategis dengan beberapa institusi dan organisasi. Kemitraan pertama adalah dengan PT ProQuest, penyedia layanan basis data akademik global, yang menyediakan akses gratis ke platform ProQuest Dissertations & Theses untuk seluruh sivitas akademika kampus selama dua tahun.
Kemitraan kedua adalah dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yang akan memberikan pelatihan kepada pustakawan Universitas Muhammadiyah Kendari terkait standar internasional dalam layanan perpustakaan digital dan literasi informasi.
“Kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional RI sangat penting bagi kami karena mereka memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan ekosistem literasi digital nasional. Melalui kemitraan ini, kami dapat memastikan bahwa program kami sejalan dengan arah kebijakan literasi informasi nasional,” ujar Drs. Ahmad Ridho Thalib dalam sesi diskusi panel pada acara peluncuran.
Kemitraan ketiga adalah dengan Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI), yang akan mendukung program pelatihan dan pengembangan kapasitas staf Unit Perpustakaan melalui program sertifikasi profesional.
DAMPAK YANG DIHARAPKAN TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN
Dengan diluncurkannya program LiDiKAT, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan dalam beberapa aspek pendidikan dan penelitian di Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, peningkatan kualitas karya akademik mahasiswa, baik dalam bentuk tugas akhir, skripsi, maupun tesis, melalui akses yang lebih baik terhadap sumber daya akademik dan bimbingan metodologi penelitian yang komprehensif.
Kedua, peningkatan produktivitas penelitian dosen dan mahasiswa melalui kolaborasi yang lebih efektif dan akses ke peralatan penelitian digital yang canggih. Target kampus adalah meningkatkan jumlah publikasi ilmiah dalam jurnal terakreditasi sebesar 40 persen dalam dua tahun ke depan.
Ketiga, peningkatan tingkat kelulusan tepat waktu mahasiswa, karena dengan akses yang lebih mudah terhadap sumber daya akademik dan lingkungan belajar yang kondusif, mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studi mereka lebih efisien.
Keempat, penguatan posisi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam ranking perguruan tinggi nasional maupun internasional, khususnya dalam aspek penelitian dan inovasi, yang merupakan indikator penting dalam sistem perangkingan global seperti QS World University Rankings dan Times Higher Education Rankings.
RENCANA PENGEMBANGAN JANGKA PANJANG
Unit Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Kendari telah menyiapkan roadmap pengembangan jangka panjang hingga tahun 2030. Dalam fase berikutnya, kampus akan mengembangkan fasilitas virtual reality untuk pembelajaran immersive, pusat inovasi dan entrepreneurship yang terintegrasi dengan perpustakaan, serta program pertukaran mahasiswa dan dosen dengan universitas mitra internasional.
“Visi kami adalah menjadikan Unit Perpustakaan sebagai catalyst untuk transformasi akademik dan penelitian di kampus kami. Kami ingin mahasiswa dan dosen kami tidak hanya memiliki akses terhadap pengetahuan global, tetapi juga mampu menghasilkan pengetahuan baru yang berkontribusi terhadap kemajuan lokal dan nasional,” ungkap Dr. H. Saleh Marzuki dalam kesempatan tersebut.
PENUTUP
Peluncuran program Literasi Digital dan Kolaborasi Akademik Terpadu (LiDiKAT) pada 01 April 2026 menandai era baru dalam sejarah akademik Universitas Muhammadiyah Kendari. Dengan infrastruktur modern, platform digital yang inovatif, dan dukungan penuh dari sivitas akademika, kampus ini memposisikan diri sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap perkembangan zaman dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara.
Program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek dalam bentuk peningkatan layanan akademik, tetapi juga membuka peluang jangka panjang untuk Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi universitas unggulan yang dikenal sebagai pusat pembelajaran, riset, dan inovasi regional.
Dengan antusiasme dari mahasiswa, dukungan dosen, komitmen pimpinan kampus, dan kemitraan strategis yang telah terjalin, program LiDiKAT memiliki potensi besar untuk menjadi model bagi transformasi digital perpustakaan perguruan tinggi lain di Indonesia.
[SELESAI – 1.847 KATA]